TPA (Tes Potensi Akademik) Bappenas

Sudah lama saya tidak mengupdate artikel di blog, liat posting-an terakhir, sudah hampir 2 bulan tidak ada update. Yah maklum, 2 bulan belakangan sedang sibuk mempersiapkan diri untuk serangkaian tes yang akan saya hadapi. OCP 6, seleksi masuk pascasarjana dan TPA. yap, salah satunya TPA Bappenas ini. Sudah lumrah kita mengetahui TPA biasanya diperlukan sebagai syarat awal administrasi untuk mendaftar beasiswa, BUMN, melanjutkan S2/S3, CPNS, promosi jabatan, dll. Saya sendiri sengaja ikut TPA ini untuk melanjutkan sekolah lagi dan sebagai persiapan juga kalau nanti ada beasiswa dari pihak ketiga yang mensyaratkan TPA untuk dilampirkan.

Setidaknya saya mengetahui bahwa ITB dan UI untuk jenjang pascasarjana mensyaratkan TPA untuk dilampirkan, walaupun untuk UI mereka membuat soal sendiri, bukan dari Bappenas, tapi kita boleh melampirkan hasil dari TPA Bappenas sebagai nilai tambah pada saat mendaftar. TPA Bappenas ini seakan sudah menjadi standar untuk mengukur potensi akademik yang ada dalam diri seseorang. Setiap ada tes masuk, biasanya yang berhubungan dengan lembaga negara, pasti mereka meminta TPA dari Bappenas, beberapa bahkan mensyaratkan nilai TOEFL sebagai tambahan.

Bagi yang belum pernah ikut TPA, mungkin bisa lihat dan baca-baca disini. Disana juga ada jadwal tes terupdate yang akan dilaksanakan selama sebulan kedepan, persyaratannya juga mudah, tidak terlalu sulit :), TPA ini mempunyai nilai terendah 200, nilai tertinggi 800 dan mempunyai nilai tengah 500. Biasanya seseorang bisa di bilang mempunyai potensi yang baik jika nilainya diatas 500, tapi tentu saja jangan jadikan nilai tersebut sebagai acuan, minimal kejarlah nilai minimal 600 untuk amannya. Tes ini terdiri dari 3 bagian, yaitu :

  1. Tes Kemampuan Verbal : Mengukur kemampuan seseorang dalam memahami bahasa dan kosakata tertentu. ada sinonim, antonim, analogi verbal dan reading comprehension :D. Tidak ada tips yang lebih baik selain banyak membaca koran, majalah, novel, dll. Terkadang pada bagian ini kita bertemu dengan kata-kata aneh yang jarang (atau bahkan tidak pernah) kita temui, Contohnya, saya menemukan beberapa kata seperti kelindan (benang yang digulung), mega (tadinya saya kira artinya besar, tapi ternyata maksudnya adalah jutaan). Untuk mencari arti dari kata-kata baru yang saya temui, biasanya saya menggunakan kamus kbbi. 
  2. Tes Kemampuan kuantitatif : Sebenarnya maksud dari tes bagian ini untuk mengetahui kecermatan dan kecepatan dalam perhitungan-perhitungan dasar, bagi yang tidak suka Matematika, pasti langsung merasa down ketika melihat banyaknya soal. Padahal mayoritas soal pada bagian ini, bisa diselesaikan tanpa membuat perhitungan yang kompleks, cukup dibayangkan. Gunakan otak kanan, jangan otak kiri. Contohnya : 20,724 : 5,2….Dari soal tersebut, langsung saja kita bagi 20:5, hasilnya adalah 4. tapi di soal, pembaginya bukan 5, melainkan 5.2…berarti hasil dari pembagian soal tersebut, pastilah, angka yang mendekati 4. Jika ada pilihan 3,785 dan 3,985. Langsung saja tembak 3,985 :)
  3. Tes Kemampuan Penalaran : Tes ini untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berfikir nalar dan masuk akal. Ini bagian tes yang saya suka, simpel. Mungkin karena basic saya adalah software engineer yang sering berfikir tentang alur-alur logika sebuah program, jadi agak terbiasa dengan tes ini.

Ketiga bagian diatas dikerjakan selama 3 jam, saya lupa jumlah soal tiap bagian, tapi setidaknya tiap soal kita diberi waktu kurang dari 1 menit untuk menyelesaikannya, itu sudah termasuk membulatkan pilihan di lembar jawaban. Santai saja, berhubung ini tes individual, jadi jangan terlalu dibawa beban. Terakhir saya tes tanggal 13 Juli 2013 pas bulan puasa, lumayan. Lumayan bikin pusing-pusing pas keluar ruang tes :D. Kalau tesnya diselenggarakan di luar bulan puasa, jangan lupa makan dan tidur yang cukup. Perut kalau kosong susah untuk konsentrasi, tapi terkadang kalau perut kenyang juga susah konsentrasi sih, hehe…

Last but not least, tahun ini semoga bisa kuliah lagi. kangen pengen ngampus :D

Best regards,

tandatangankecil

14 thoughts on “TPA (Tes Potensi Akademik) Bappenas

  1. Waah saya jadi tau, kalau tes TPA dari Bappenas itu ternyata adalah salah satu cara agar mendapat beasiswa juga untuk ke S2, berarti saya harus mulai latihan dari sekarang juga nih :-)

    [Reply]

    Kus Andriadi Reply:

    bukan begitu, gak wajib. ada juga yang optional…
    tergantung penyelenggara tes seleksi administrasi yang bersangkutan:)

    [Reply]

  2. saya jg mw ikt TPA bappenas, tips yg “Contohnya : 20,724 : 5,2….Dari soal tersebut, langsung saja kita bagi 20:5, hasilnya adalah 4. tapi di soal, pembaginya bukan 5, melainkan 5.2…berarti hasil dari pembagian soal tersebut, pastilah, angka yang mendekati 4. Jika ada pilihan 3,785 dan 3,985. Langsung saja tembak 3,985 :)” sgt mbantu utk bpikir cpt..
    maksih..

    [Reply]

  3. Ada contoh2 soalnya gak ya pak?? Kl ada, bisa kirim email gak ya..Tgl 9 nov ini saya ada test untuk seleksi beasiswa bappenas

    [Reply]

    Kus Andriadi Reply:

    tidak ada :)

    [Reply]

  4. Tanya dong.. tes TPA selain Bappenas yang menyediakan tes untuk individual dmn saja?? Setahu saya di Universitas2 hanya untuk keperluan intern. kl mau apply beasiswa apa harus ke jakarta (bapenas) untuk tes TPA. kebetulan saya di Surabaya. thanks

    [Reply]

    Kus Andriadi Reply:

    Saya kurang tahu, tapi memang kebanyakan institusi baik swasta maupun negeri mensyaratkan TPA dari bappenas

    [Reply]

  5. terima kasih, sangat membantu informasi di blognya. Kalau boleh saya mau tanya, rentang waktu antara hari tes dan keluar hasilnya berapa lama ya? trims sebelumnya

    [Reply]

    Kus Andriadi Reply:

    seminggu :)

    [Reply]

  6. Wah seminggu lagi (11 Mei 2014) nanti saya ada tes tpa nih. Tulisan ini cukup membantu juga dalam persiapan-persiapannya. Kalo boleh tahu, contoh-contoh soalnya mirip kayak tes cpns kali yah?

    [Reply]

    Kus Andriadi Reply:

    wah saya kurang tahu soal tes cpns yang seperti apa :)

    [Reply]

  7. Cara untuk mendaftarnya bagai mana ya? Di web nya tertera link daftar tapi tidak bisa dbuka

    [Reply]

    Kus Andriadi Reply:

    telpon atau email ke mereka saja pak.

    [Reply]

Leave a Reply